Minuman Indonesia Paling Populer

Minuman Indonesia Paling PopulerMinuman Indonesia Paling Populer,  Sekarang, tidak lengkap rasanya jika berbicara tentang makanan tanpa membicarakan minuman terkenal dari Indonesia.

Apabila negara Korsel Terkenal dengan BUlgogi dan minuman bernama Soju, maka di Indonesia tidak akan kalah dengan minuman tradisionalnya yang hanya dapat di temukan di negara tersebut.

Baca juga: Makanan Ciri khas Medan

Minuman Indonesia Paling Populer

Sara’ba

Sara’ba adalah minuman panas asli Makassar, Sulawesi Selatan, paling sering dikonsumsi pada bulan-bulan dingin. Terbuat dari jahe, gula dan santan, di atasnya ditaburi kacang tanah, irisan roti, dan pacar cina (mutiara tapioka), dan rasanya manis namun pedas.

Arak Batavia

Arak Batavia berasal dari Jawa, dan diproduksi dari tetes tebu, lontong, dan kadang-kadang sedikit sari buah aren yang difermentasi. Seringkali dibandingkan dengan rum, minuman ini cukup kuat dengan rasa dan aroma herba, pedas, berasap, dan sedikit pedas.

Waktu yang tepat kapan arak Batavia berasal tidak diketahui, tetapi sudah lama ada sebelum Belanda mendirikan East India Company di Jawa—yang menjadikan arak salah satu sulingan tertua di dunia.

Minuman Indonesia Paling Populer: Soda Gembira

Soda gembira merupakan minuman tradisional non-alkohol Indonesia yang digemari terutama oleh anak-anak segala usia. Minuman manis dan lembut ini paling sering dikonsumsi pada hari-hari musim panas.

kopi joss

Kopi joss adalah kopi spesial yang berasal dari Yogyakarta. Yang membuat kopi ini unik adalah penambahan arang bakar yang ditambahkan langsung ke dalam secangkir kopi yang diseduh.

Minuman tersebut diduga pertama kali muncul pada tahun 1960-an sebagai penemuan pedagang kaki lima setempat.  Menariknya, nama joss diyakini berasal dari suara onomatopoeic yang terjadi saat arang yang terbakar dijatuhkan ke dalam gelas.

Minuman Indonesia Paling Populer: Sekoteng

Asli Jawa Tengah, sekoteng adalah minuman panas berbahan dasar jahe yang dibuat dengan sirup jahe sederhana dan susu kental. Di atasnya diberi mutiara sagu, buah aren, kelapa, roti potong dadu, dan kacang tanah.

Sekoteng paling sering dijual di malam hari oleh pedagang gerobak; konon meminumnya di malam hari akan membuat tubuh tetap hangat dan membantu tidur.

Minuman ini berasal dari Jawa Tengah. Kemudian disiram dengan air jahe panas yang manis. Aroma jahe sangat memanjakan penciuman Anda dan dapat memberikan efek menenangkan.

Wedang jahe

Opsional gula aren dapat diganti dengan gula tebu atau madu, dan minuman dapat dibumbui dengan daun pandan atau rempah-rempah.

Wedang Jahe atau minuman jahe mungkin merupakan salah satu minuman tradisional yang paling populer di Indonesia. Di spa dan salon kecantikan di Indonesia, Wedang Jahe disajikan bagi pelanggan untuk melengkapi ritual relaksasi mereka. Aromanya dapat menenangkan saraf Anda dan menenangkan pikiran Anda.

Minuman Indonesia Paling Populer: Bajigur

Penuh rasa manis dan pedas jahe, gula aren, dan santan, minuman ini paling sering dipasangkan dengan jajanan tradisional seperti pisang kukus, kacang rebus atau ubi rebus. Bajigur adalah minuman tradisional Sunda.

Kopi tubruk

Kopi tubruk kental dan kaya adalah kopi paling populer di Indonesia. Meskipun gula adalah opsional, kebanyakan orang memilih untuk mempermanis kopi dengan mencampur gula dengan bubuk kopi, sebelum air ditambahkan. Metode persiapan ini diyakini telah diperkenalkan oleh para pedagang dari Timur Tengah karena metode dan kopinya sangat mirip dengan kopi Turki (Yunani).

Kopi luwak

Terbuat dari biji kopi yang dicerna dan dikeluarkan oleh luwak—mamalia mirip kucing yang berasal dari Asia Tenggara—sebelum dicuci, digiling, dan dipanggang.

Kopi itu diduga ditemukan pada abad ke-19 selama pemerintahan kolonial Belanda ketika para petani setempat dilarang memanen kopi untuk penggunaan pribadi mereka.

Bandrek

Bandrek (diucapkan bun-drag) adalah minuman panas manis dan pedas asli orang Sunda di Jawa Barat, Indonesia. Bahan utama untuk membuat bandarek adalah sari jahe (jahe), gula merah (gula aren) dan kayu manis (kayu manis) dengan pilihan adas bintang, cengkeh, dan biji ketumbar untuk beberapa nama saja.

Biasanya orang minum Bandrek untuk menghangatkan badan. Untuk meningkatkan rasa yang kaya, biasanya orang menambahkan susu kental manis ke dalam minuman.

Es Pisang Ijo

Es Pisang Ijo adalah makanan penutup dari Makassar, Sulawesi Selatan. Pisang ijo disajikan dengan puree yang terbuat dari gula, santan, dan tepung beras, di atasnya diberi es serut, sirup, dan susu kental manis. Es pisang ijo dapat dengan mudah ditemukan di seluruh Indonesia—baik di pinggir jalan maupun di restoran.

Es Selendang Mayang

Jika Anda tinggal di Jakarta, dessert ini bisa Anda temukan di sekitar kawasan Kota Tua. Es Selendang Mayang adalah makanan penutup tradisional Betawi dan salah satu warisan kuliner Betawi. Ini sebenarnya adalah kue warna-warni yang terbuat dari tepung beras yang disajikan dengan santan, sirup gula aren, dan es batu.

Es Teler

Es Teler dipermanis dengan sirup sederhana merah dan susu kental manis. Dan Es Teler diciptakan oleh Tukiman Darmowijono, seorang penjual Es Campur di Jalan Semarang, Jakarta Pusat pada tahun 1980-an. Es Campur khas Tukiman begitu nikmat hingga orang yang mengonsumsinya merasakan sensasi teler. Sejak saat itu, dessert es campur buah yang dijual Tukiman diberi label Es Teler.

Bajigur

Bajigur adalah minuman panas tradisional asli orang Sunda di Jawa Barat, Indonesia. Minumannya terbuat dari santan, gula aren, jahe, sedikit garam, dan terkadang daun pandan atau kopi. Minuman tradisional ini sangat populer di dataran tinggi Jawa Barat yang suhunya sering kali membekukan, karena minuman ini memiliki efek pemanasan alami dari bahan-bahannya.

Bajigur juga dikonsumsi sebagai minuman obat yang dikenal dapat membantu mengurangi nyeri radang sendi, memperlancar peredaran darah, dan mengobati masalah pencernaan.

jamu

Minuman herbal tradisional ini berasal dari peradaban Jawa kuno dan memiliki berbagai macam resep. Khasiatnya untuk mengobati berbagai penyakit telah teruji oleh waktu, membuat minuman ini banyak dikonsumsi oleh penduduk setempat. Jamu dapat diformulasikan dengan kombinasi bahan-bahan alami, mulai dari biji, akar, bunga, buah, dan daun, sesuai dengan manfaat yang diharapkan.

Saat ini, jamu masih bisa dibeli di beberapa pasar tradisional. Beberapa ekstrak dibuat sebagai bubuk dan dapat dengan mudah diseduh di rumah. Banyak obat modern Indonesia juga berdasarkan bahan dan konsep Jamu.